Saya panggilkan becak, kereta tak berkuda,

becak…becak… tolong bawa saya.

—–oOo—–

Sewaktu saya kecil, lagu “Hai Becak” karangan Ibu Soed yang liriknya saya quote di atas boleh dibilang merupakan lagu ‘wajib’ yang dikenal semua anak (walaupun zaman sekarang mungkin lagu ini sudah tidak terlalu dikenal lagi). Lagunya simple, sederhana, mudah diingat tetapi ‘catchy’ sehingga mudah dipelajari oleh anak-anak.

Jubing KristiantoDalam post ini, saya ingin berbicara tentang lagu “Hai Becak” itu dalam kaitannya dengan salah satu passion saya, yaitu gitar klasik. Kalau bicara tentang dunia gitar klasik di Indonesia, mungkin belum lengkap kalau belum bicara tentang Jubing Kristianto. Juara kompetisi gitar Yamaha (thn 1987,1992,1994 dan 1995) ini dikenal mempunyai talenta lebih dalam hal mengaransemen lagu. Salah satu aransemen Jubing yang ‘ngetop’ (setidaknya di kalangan pecinta gitar) adalah Becak Fantasy, sebuah aransemen ulang atas lagu “Hai Becak” karangan Ibu Soed.

Saya masih teringat bagaimana saya tertawa lebar ketika pertama kali mendengar lagu ini. Aransemen unik ala Jubing membuat lagu anak kecil ini begitu menarik dan bagaikan sebuah lagu yang sama sekali baru.

Lagu Becak Fantasy ini sendiri ada 2 versi, versi Original dan versi Orchestra.

Saya sendiri lebih menyenangi versi Original yang dimainkan oleh hanya 1 gitar (DOWNLOAD di sini), karena lebih terasa ‘aroma’ gitarnya. Dalam versi Original ini, bisa terlihat bagaimana sebuah gitar klasik bisa menghasilkan begitu banyak warna suara hanya dengan menggunakan berbagai variasi teknik tanpa bantuan alat apapun (meskipun dalam file download di atas, beberapa detail suara gitar agak hilang karena telah dibuat menjadi MP3)

Untuk yang tertarik mendengarkan versi Orchestra, bisa dilihat videoklip Jubing di YouTube dengan link ini.